Konsep Diri
Selama ini sering kali keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam melakukan sesuatu hal yang diinginkan dipengaruhi oleh rasa percaya diri, optimisme, dan sikap positif yang dimiliki oleh orang tersebut. Sedikit orang menyadari bahwa rasa percaya diri, optimisme, dan sikap positif tersebut berkaitan dengan konsep diri yang ada pada diri seseorang.
Konsep diri adalah cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. konsep diri melibatkan perasaan, nilai2 yang kita anut, serta keyakinan2 kita. (Atwater, 1983)
Konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejak masa kanak2 sampai dewasa. Konsep diri yang terbentuk dipengaruhi oleh lingkungan, pola asuh, dan pengalaman yang kita miliki. Misalnya seorang anak yang melakukan kesalahan tanpa disengaja, sering dimarahi orang tuanya tanpa bertanya dulu kepada anak tersebut apa yang terjadi. Pada akhirnya anak akan “mempelajari” suatu kondisi di mana ia percaya bahwa ia tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan benar. Akibatnya, ia akan sering mengalami perasaan sebagai orang yang gagal ketika ia menanjak dewasa. Dalam hal ini, sikap atau respon orang tua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. (Jacinta F. Rini, 2002)
Faktor2 yang terkait dengan konsep diri
1. Orang lain
Orang lain yang paling mempengaruhi diri kita adalah orang tua, saudara, sahabat, dll dengan senyuman, ejekan, penghargaan, pelukan, dll yang menyebabkan kita mampu menilai diri kita secara positif.
2. Kelompok
Ada kelompok yang secara emosional mengikat dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri seseorang. Dengan melihat kelompok ini, orang akan mengarahkan perilakunya dengan ciri2 kelompok.
Psikoanalisa
Psikoanalisa adalah salah satu teori tentang perkembangan kepribadian. Teori ini dikemukakan oleh Sigmund Freud. Teori ini membagi struktur kepribadian menjadi tiga sistem, yaitu:
1. Id
Id merupakan sumber dari segala energi psikis. Id merupakan sistem yang tidak disadari sehingga semua ciri ketidaksadaran berlaku pada Id. Id bekerja atas dasar prinsip kesenangan (pleasure principle).
2. Ego
Ego merupakan penghubung antara Id dan realitas. oleh sebab itu tugas ego adalah menghadapi realitas dan menerjemahkan untuk Id sehingga dorongan yang ada dalam Id dapat disesuaikan dengan realitas yang ada. Dengan demikian ego berfungsi atas dasar prinsip realitas (rality principle).
3. Super Ego
Super ego merupakan sistem moral dari kepribadian. Sistem ini berisi noema2 budaya. nilai2 sosial, dan tata cara yang sudah diserap kedalam jiwa. Super ego juga memiiki sifat yang sama dengan Id. Akan tetapi jika Id menggunakan prinsip kesenangan, maka super ego menggunakan prinsip kesempurnaan.
Fase perkembangan manusia menurut teori psikoanalisa
1. Fase oral
Tahapan ini ada pada bayi yang baru lahir sampai usia 1,5 tahun. Bayi adalah makhluk biologis. Menurut Freud, dalam tahapan ini pusat kenikmatan bayi adalah pada mulutnya.
2. Fase anal
fase ini berlangsung dari usia 1,5 tahun sampai 4 tahun. Dalam masa ini baik anak2 maupun orang tua sama2 disibukkan dengan fungsi membuang air besar dan menahan diri untuk tidak membuang air besar. perkembangan ego pada masa ini ditandai oleh:
- kemampuan untuk menguasai objek
- sadar dan toleran terhadap kecemasan
- perkembangan kemampuan berkembang dan berpikir
- tumbuhnya pertahanan terhadap impulsivitas
Dalam fase ini ada 2 kemampuan menguasai yang penting pada anak, yaitu:
- Kemampuan menguasai tubuh sendiri, seperti berjalan, bicara, dan menahan buang air besar.
- Kemampuan menilai dan berpikir yang sangat dipengaruhi oleh tumbuhnya kemapuan berbahasa.
3. Fase phallic
Fase ini berlangsung pada usia 3-4 tahun. Di sini ada 3 perkembangan penting, yaitu:
- meningkatnya minat pada seks
- proses pertumbuhan super ego
- makin banyak digunkannya mekanisme pertahanan ego
4. Fase laten
Tingkat laten adalah masa konsolidasi dalam perkembangan psikoseksual.
5. Fase genita
Fase ini adalah penghubung antara masa kanak2 dengan masa dewasa. Ada 3 tahapan pada fase ini, yaitu:
- Tahap pra puber. Ditandai dengan meningkatnya dorongan libido.
- Tahap puber. Ditandai dengan pertumbuhan fisik, khususnya tanda2 seksual sekunder dan kemampuan organik.
- Tahap adaptasi. Di masa ini remaja menyesuaikan diri terhadap dorongan2 seksual dan perubahan fisik yang datang tiba2.
Mekanisme pertahanan diri dalam teori Psikoanalisa
1. Represi
adalah penekanan peristiwa traumatik ke dalam alam bawah sadar.
2. Proyeksi
adalah mengubah ketakutan neurotis dan moral menjadi ketakutan realistis. hal ini dilakukan karena pada dasarnya ketakutan neurotis dan moral asalnya disebabkan karena ketakutan akan hukuman dari luar.
3. Pembentukan reaksi
adalah penggantian impuls atau perasaan yang menimbulkan ketakutan atau kecemasan dengan lawannya di dalam kesadaran. Misalnya benci diubah jadi cinta. Perasaan benci tetap ada namun tingkah laku yang muncul adalah tingkah laku seolah-olah kita mencintainya.
4. Fiksasi
dilakukan karena seseorang takut melangkah ke fase selanjutnya.
5. Regresi
terjadi apabila seseorang mengalami peristiwa traumatik, lalu ia kembali ke fase yang lebih awal di mana ia merasa aman dan terlindungi.
6. Rasionalisasi
sering dimaksudkan sebagai usaha individu untuk mencari-cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan atau menyembunyikan perilakunya yang buruk. Misalnya seorang anak yang sering terlambat datang ke sekolah, lalu dia mengguanakan alasan jalanan yang selalu macet.
7. Denial
terjadi bila individu diliputi stress yang kuat dan lama serta terus menerus. Seseorang akan cenderung mengelak, baik secara fisik maupun menggunakan cara yang tidak langsung.
8. Isolasi
situasi di mana seseorang cenderung mengisolasi dirinya dari lingkungannya dan tidak melakukan apapun dengan tujuan melindungi diri agar tidak disakiti lagi.
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Agustus 2009 (1)
- Juni 2009 (3)
- Mei 2009 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS